Tips Menjual Foto Di Situs Stok Foto Online
(Tips Menjual Foto Di Situs Stok Foto Online, Sumber Foto; adobestock.com)

11 Tips Sukses Menjual Foto Di Situs Stok Foto Online

Diposting pada

Bisnis menjual hasil fotografi secara online atau sering disebut dengan istilah Stock Photography telah mengalami peningkatan kepopuleran di kalangan para fotografer amatir maupun profesional beberapa tahun terakhir ini.

Ini menjadi pilihan atau alternatif bagi para fotografer untuk mendapatkan sumber penghasilan lain selain pekerjaan offline mereka.

Bagaimana tidak, ini adalah pekerjaan yang asik. Anda akan mendapatkan uang dari hal yang telah menjadi hobi Anda selama ini.

Mungkin saja hasil jepretan Anda telah menumpuk di harddisk laptop/pc atau memori kamera Anda. Daripada menumpuk tidak jelas, lebih baik Anda menjualnya di beberapa situs stock photography.

Anda tinggal hanya menguploadnya, duduk dan mendapatkan uang.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika Anda ingin benar-benar sukes atau menjadikan bisnis ini sebagai penopang kehidupan Anda.

Dan disinilah tujuan dari artikel yang saya tulis ini.

Saya akan memberikan beberapa tips sukses dalam menjual foto di beberapa situs stok foto online sehingga Anda benar-benar bisa menjadikannya sebagai sumber penghasilan yang menjanjikan.

Tips Sukses Menjual Foto Di Situs Stok Foto Online

(Tips Menjual Foto Di Situs Stok Foto Online, Sumber Foto; adobestock.com)

Agar Anda sukses menjalani bisnis stok fotografi, ikutilah beberapa tips dibawah ini secara serius dan konsisten.

1. Tentukan Situs Stock Photography Terbaik

Tips yang pertama adalah menentukan situs stock photography mana yang terbaik yang bisa menjanjikan penghasilan yang lumayan besar.

Gambar-gambar dari situs ini biasanya digunakan oleh berbagai kebutuhan mulai dari majalah, artikel blog (seperti gambar yang saya gunakan di postingan ini) sampai digunakan dalam periklanan.

Ada banyak sekali situs stock photography yang bisa Anda pilih atau Anda mulai coba untuk menjalankan bisnis ini.

Akan tetapi, itu bukan berarti Anda bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari semua situs tersebut.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan ketika memilih situs stock photography dan Anda harus melakukan sedikit penelitian tentangnya.

Pertama, Anda harus melihat foto/gambar apa yang populer di masing-masing situs. Lalu, cari tahu berapa mereka membayar untuk setiap foto yang terjual.

Anda pun harus mencari tahu berapa banyak gambar/foto yang bisa Anda kirimkan. Dan siapakah yang cenderung membeli gambar/foto dari masing-masing situs stock photography tersebut.

Untuk beberapa situs stock photography populer, Anda bisa membaca di artikel saya sebelumnya disini.

Nah, sebelum Anda memutuskan situs mana yang akan menjadi tempat Anda menjual koleksi foto Anda, Anda harus memahami bagaimana sistem yang mereka jalankan dan apa batasan / aturan yang tidak boleh Anda langgar di situs tersebut.

2. Tentukan Niche Foto

Tips yang kedua ini sebenarnya ada kaitannya dengan tips yang pertama. Ketika Anda melakukan penelitian kecil tentang foto apa yang populer di masing-masing situs, maka Anda harus mulai mencocokan dengan niche foto yang akan Anda usung.

Seperti halnya membangun sebuah blog, menentukan niche foto /topik foto untuk bisnis Anda merupakan hal yang sangat penting untuk kesuksesan kedepannya.

Tetapi ini bukan berarti mengusung berbagai niche foto tidak bisa sukses ya.

Hanya saja dengan Anda fokus pada satu topik itu akan membuka peluang kesuksesan lebih besar.

Dengan satu topik yang Anda pilih, orang yang akan membeli foto/gambar dengan niche yang Anda usung, mereka akan tahu kemana mereka harus mencari dan membelinya.

Disamping, kepercayaan pembeli terhadap karya Anda akan terus meningkat.

Jadi, agar Anda bisa mencapai penjualan stok foto yang signifikan dengan saingan yang cukup kompetitif, Anda harus menentukan niche foto sespesifik mungkin.

Pelajari seberapa besar permintaan pasar terhadap niche foto Anda lalu cerilah celaha bagaiman Anda bisa masuk dan memberikan karya terbaik.

3. Pahami Jenis-jenis Lisensi Foto

Tips selanjutnya adalah memahami jenis-jenis lisensi foto yang mungkin diterapkan berbeda dari satu situs stok foto dengan situs stok foto lainnya.

Lisensi dalam hal ini adalah tentang bagaimana pembeli foto bisa mendapatkan dan menggunakan foto Anda.

Jadi, sebelum Anda memutuskan untuk memilih salah satu situs stok foto maka Anda harus memahami terlebih dahulu jenis-jenis persejutuan lisensi (Licencing Agreement).

Persetujuan lisensi umum tersebut meliputi:

Royalty-free Images (Lisensi Bebas Royalti)

Jenis lisensi yang pertama disebut sebagai Royalty-free Images. Lisensi jenis ini biasanya adalah lisensi yang paling umum digunakan oleh kebanyakan situs stok fotografi.

Lisensi ini membolehkan calon pembeli untuk menggunakan gambar/foto selama yang mereka inginkan dan digunakan untuk apa saja. Dengan catatan, foto tersebut tidak diperjualbelikan kembali.

Selain itu, foto dengan lisensi bebas royalti sangat populer karena memiliki harga yang cenderung rendah.

Dan untuk gambar itu sendiri tidak memiliki hak eksklusif untuk satu pembeli saja yang artinya banyak orang bisa membeli dan menggunakan foto yang sama.

Right Managed License (Lisensi Hak Pengelolaan)

Gambar dengan lisensi ini biasanya dibeli oleh perusahaan iklan besar. Lisensi ini memberikan hak eksklusif terhadap gambar yang digunakan untuk kepentingan komersial dan tujuan periklanan.

Biasanya gambar dengan lisensi hak pengelolaan memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan gambar berlisensi bebas royalti.

Exclusive Licence (Lisensi Eksklusif)

Lisensi ekslusif artinya Anda hanya diperbolehkan mengupload foto Anda ke salah satu situs dan tidak diperkenankan lagi ke mengirimkan foto tersebut ke situs lainnya bahkan untuk dipajang di situs Anda sendiri pun tidak boleh.

Jadi, lisensi ini benar-benar memberikan hak ekslusif terhadap gambar/foto Anda.

Sebagai tambahan, ada juga Standard Licenses dan Extended Licenses. Lisensi ini memberikan pilihan kepada pembeli untuk membeli sebuah persetujuan yang berbeda.

Dan ini akan memberikan hak eksklusif juga terhadap penggunaan gambar tersebut.

Selain itu, Anda, sebagai fotografer, harus mencantumkan sebuah deskripsi bagaimana gambar / foto yang Anda upload tersebut digunakan, apakah digunakan secara komersial atau editorial.

4. Tulis Kata Kunci/Keyword Yang Tepat

Dalam menjalankan bisnis stock photography, mungkin menulis kata kunci dan deskripsi untuk setiap foto yang Anda upload adalah aktifitas yang membosankan dan menghabiskan banyak waktu.

Hal ini karena tanpa kata kunci atau deskripsi yang tepat, foto/gambar Anda tidak akan mudah untuk dilihat/dicari oleh calon pembeli.

Jadi, ini merupakan hal lainnya yang harus Anda sangat perhatikan.

Anda harus menghabiskan banyak waktu menulis kata kunci yang tepat untuk setiap gambar, menulis metadata dan bahkan menulis deskripsi yang jelas serta kuat sebelum mengupload foto tersebut.

Ini adalah hal yang sangat penting dan ketika dilakukan secara benar, maka gambar Anda akan mudah terlihat oleh calon pembeli dan tentunya meningkatkan penjualan.

5. Upload Foto Yang Menjual

Bagaimana mengupload “foto yang menjual”?

Mungkin Anda punya banyak foto dengan kualitas terbaik dan secara visual sangat menarik untuk dilihat. Akan tetapi, dalam bisnis ini, itu semua tidak menjamin foto tersebut bisa terjual.

Anda harus memiliki pemikiran atau memposisikan diri sebagai pembeli dalam hal ini sebagai pengiklan.

Jadi, sebelum Anda membuat sebuah gambar/memotret foto dan menguploadnya ke situs, Anda harus berpikir sebagai pembeli/pengiklan.

Anda harus berpikir seberapa baikkah gambar/foto Anda bisa digunakan untuk tujuan periklanan.

Pastikan juga Anda memberikan beberapa variasi gambar dan memiliki ruang dimana teks atau konten bisa ditambahkan.

Itulah yang saya maksud dengan “foto yang menjual”.

6. Kualitas Gambar

Kualitas gambar memang merupakan kunci utama dan kebanyakan situs stok foto memiliki aturan tertentu terkait kualitas gambar yang harus ditaati oleh fotografer.

Untuk mendapatkan kualitas gambar yang bagus, mungkin ini ada kaitannya dengan kemampuan Anda menggunakan kamera.

Sebelum memotret sebuah objek mungkin Anda bisa melakukan zoom in dan memastikan bahwa gambar tidak memiliki noise, grain dan blur.

Selain itu, masalah umum yang sering dihadapi adalah chromatic aberration dimana warna menjadi terdistorsi karena masalah focus lensa kamera. Jadi, Anda harus benar-benar memastikan gambar memiliki fokus yang sempurna.

7. Batasi Editing Foto

Mungkin bagi pemula, mendapatkan foto yang bagus memerlukan teknik editing yang luar biasa dan alat-alat atau aplikasi yang canggih.

Sayangnya, dalam bisnis stock photography, semua hal itu tidak menjadi ukuran karena kebanyakan orang mencari gambar yang realistis, sederhana dan berguna.

Jadi, jika Anda harus mengedit foto / gambar, maka pastikan bahwa Anda tidak melakukan banyak editing terhadap foto tersebut.

Anda harus meminimalisir alat / aplikasi yang Anda gunakan dan lakukan pengkoreksian yang kecil-kecil saja sehingga foto akan tetap terlihat realistis.

8. Ikuti Trend Yang Sedang Terjadi

Untuk menjadi stock photographer yang sukses, Anda harus mengikuti perkembangan trend yang sedang terjadi.

Mengikuti trend mungkin bisa membuat Anda membuat/mengambil gambar yang tidak sesuai dengan minat. Akan tetapi, dengan begini, hasil karya Anda akan terus tetap terlihat diantara ribuan gambar lainnya.

Selain itu, hal ini akan memudahkan Anda memenuhi kebutuhan pengiklan secara efisien karena biasanya iklan dibuat berdasarkan trend yang ada di masyarakat.

Mungkin dengan niche foto yang Anda pilih, Anda harus mulai mempelajari segala hal tentang trend yang terjadi di niche foto tersebut.

9. Buatlah Gambar Yang Sederhana

Gambar yang banyak dibeli di situs stock photography adalah gambar-gambar yang sederhana dan menonjolkan sebuah subjek utama gambar.

Jadi, Anda harus membuat gambar yang bersih dari hal-hal yang mungkin bisa mengalihkan perhatian dari subjek utama gambar Anda.

Misalnya Anda mengedit atau menghapus hal-hal yang menjadi pengalih perhatian atau objek yang memotong sepanjang tepi bingkai foto.

10. Gunakan Resolusi Besar

Jika Anda memiliki pemikiran atau memposisikan diri sebagai pengiklan/calon pembeli, maka menggunakan resolusi besar untuk foto menjadi sebuah keharusan.

Dengan resolusi yang besar, itu akan mempermudah pembeli memiliki banyak pilihan saat menggunakan gambar untuk berbagai macam kebutuhan.

Jadi, saat Anda mengupload foto Anda, pastikan Anda mencantumkan resolusi tinggi dan berbagai level gambar berkualitas sehingga pembeli memiliki pilihan untuk menggunakan gambar Anda dengan resolusi/level kualitas gambar tertentu.

11. Kembangkan Portfolio Foto/Gambar

Dalam menjalankan bisnis ini, jika ingin sukses, maka Anda tidak cukup hanya memiliki ratusan gambar/foto saja.

Stok fotografer yang sukses memiliki ribuan gambar di situs stock photography mereka.

Memang, semakin banyak gambar yang Anda punya tidak menjamin selalu menghasilkan banyak penjualan.

Akan tetapi, memiliki lebih banyak gambar akan memudahkan Anda atau memberi kesempatan lebih besar bagi Anda untuk ditemukan oleh calon pembeli.

Dan apabila Anda berpikir untuk mendapatkan penghasilan pasif yang aktif dari bisnis ini, maka Anda harus terus mengupload foto atau gambar baru setiap hari ke profil Anda.

Kesimpulan

Melihat kesuksesan orang lain yang di dapat dari bisnis stock photography mungkin bisa menggiurkan. Itu bisa membuat kita tergiur untuk melakukan bisnis yang sama.

Akan tetapi, untuk menjalankan bisnis ini tidak mudah seperti halnya mengupload foto ke sebuah situs.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan jika Anda ingin memulai bisnis ini dan berniat menjadikannya sebagai sumber penghasilan tetap yang menopang kehidupan Anda.

Tips-tips yang saya tulis ini mungkin bisa menjadi panduan bagi Anda.

Anda harus memilih situs stok foto yang tepat, menentukan niche/topik foto yang sesuai dengan minat Anda, belajar memahami lisensi foto yang digunakan.

Selanjutnya, Anda harus belajar menulis kata kunci dan deskripsi yang jelas dan kuat sehingga karya Anda mudah dicari dan dilihat oleh calon pembeli.

Selain itu, Anda harus berpikir pula tentang foto yang menjual dengan kualitas gambar terbaik, resolusi besar dan meminimalisir editing foto agar foto tetap terlihat realistis.

Dan Anda pun harus membuat gambar yang sederhana yang disesuaikan dengan trend yang sedang terjadi agar Anda bisa memenuhi kebutuhan calon pembeli terutama calon pembeli yang menggunakan gambar untuk keperluan iklan.

Namun, yang paling terpenting adalah kekonsistenan Anda dalam mengembangkan portfolio gambar dengan mengupload foto/gambar baru setiap hari.

Insyaalloh dengan melakukan tips-tips tersebut bisa membawa kesuksesan Anda dalam menjalankan bisnis stock photography.

Mudah-mudahan artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda.

(Visited 282 times, 1 visits today)
Gambar Gravatar
Hai.. Saya Dindin Hendra. Saya adalah seorang Suami, Ayah, Guru Bahasa Inggris dan juga Blogger. Semoga semua informasi yang saya tulis bisa bermanfaat untuk Anda. Selamat Membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.