Hipertensi - Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan
(Ilustrasi Hipertensi, Sumber Foto: pixabay*com)

Hipertensi – Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan

Diposting pada

Kesehatan – Kali ini, kita akan membahas Hipertensi secara keseluruhan meliputi pengertian hipertensi, gejala atau tanda hipertensi, penyebab hipertensi, pengobatan hipertensi dan juga pencegahan hipertensi.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan sebuah penyakit yang cukup banyak di derita oleh sebagian besar masyarakat dunia termasuk Indonesia.

Penyakit ini menjadi sangat berbahaya karena bisa menimbulkan berbagai penyakit mematikan lainnya dari mulai stroke sampai penyakit jantung koroner.

Dan berbagai data penelitian di berbagai negara di dunia menunjukan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi memiliki kontribusi besar terhadap banyak kasus kematian di dunia.

Dahulu, hipertensi atau tekanan darah tinggi sering diderita oleh kalangan masyarakat usia tua. Tetapi, sekarang, usia muda pun bisa menderita penyakit ini.

Bahkan sekarang banyak kasus ditemukan ibu hamil yang memiliki hipertensi. Tentu hal ini akan lebih sangat berbahaya lagi karena tidak hanya mengancam kesehatan sang ibu tetapi juga janin.

Mencari cara menurunkan tekanan darah tinggi selama kehamilan menjadi sangat penting ketika Anda mengalami hal yang sama.

Masih banyak lagi dampak negatif yang ditimbulkan hipertensi atau tekanan darah tinggi bagi kesehatan tubuh kita.

Oleh karena itu, tidak heran jika banyak kalangan masyarakat yang mencari cara menurunkan tekanan darah tinggi secara alami.

Tentu, semua orang ingin menjalani hidup dengan tenang tanpa menderita penyakit seperti hipertensi ini.

Dan sekarang saatnya Anda mengenal Hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi lebih dekat lagi.

Anda harus lebih memahami apa itu pengertian hipertensi, bagaimana gejala atau tanda hipertensi yang bisa kita lihat, apa penyebab hipertensi, pengobatan hipertensi apa yang tepat dan pencegahan hipertensi seperti apa yang bisa kita lakukan.

Semuannya harus Anda pahami dengan baik agar Anda lebih waspada dan juga berhati-hati sehingga Anda benar-benar bisa terhindar dari penyakit hipertensi.

Tidak usah berlama-lama lagi, mari kita mulai membahas dari pengertian hipertensi.

Untuk melihat cakupan pembahasan kita, Anda bisa menggunakan daftar isi berikut ini secara mudah.

Pengertian Hipertensi

Hipertensi - Pengertian, Gejala, Penyebab, Pengobatan dan Pencegahan
(Ilustrasi Hipertensi, Sumber Foto: pixabay*com)

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah dalam jangka waktu yang lama menekan dinding arteri dengan cukup kuat sehingga bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti penyakit jantung.

Tekanan darah ini menentukan dua hal, yaitu jumlah darah yang dipompa jantung dan juga jumlah kekuatan darah untuk mengalir di dalam arteri.

Semakin banyak darah yang dipompa jantung dan semakin sempitnya arteri, maka semakin tinggi pula tekanan darah Anda.

Kabar buruknya adalah Anda bisa terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi tanpa gejala yang berarti.

Walaupun tanpa gejala, akan tetapi kerusakan pembuluh darah dan kerusakan jantung bisa kita deteksi.

Namun, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa meningkatkan resiko Anda untuk terkena masalah kesehatan yang lebih serius seperti serangan jantung, jantung koroner dan juga stroke.

Pada umumnya, hipertensi atau tekanan darah tinggi berkembang selama beberapa tahun, dan bisa merusak siapa saja dengan cepatnya.

Akan tetapi tekanan darah tinggi bisa di deteksi dengan mudahnya.

Oleh karena itu, jika Anda tahu bahwa Anda memiliki masalah tekanan darah tinggi, Anda bisa secepatnya menghubungi dokter untuk berkonsultasi tentang bagaimana cara mengontrolnya.

Gejala Atau Tanda Hipertensi

Pada umumnya, tekanan darah tinggi atau Hipertensi merupakan suatu kondisi kronis dimana biasanya hanya memiliki sedikit gejala bahkan tidak ada gejala sama sekali.

Hal ini karena banyak sekali kasus dimana orang sudah memiliki hipertensi tetapi tidak mengetahuinya sama sekali.

Namun perlu Anda ingat kembali, tidak adanya gejala bukan berarti bahwa hipertensi tidak berbahaya.

Ada hal yang beredar di masyarakat bahwa orang dengan hipertensi memiliki tanda-tanda atau gejala seperti rasa gelisah, berkeringat, susah tidur dan wajah kemerahan.

Hal ini bisa dikatakan hanyalah mitos.

Pada kenyataanya, hipertensi ini merupakan “silent killer” dimana dia bisa merusak arteri di dalam tubuh, meningkatkan resiko stroke, penyakit jantung, dan juga masalah kardiovaskular.

Jangan berpikir bahwa tanda atau gejala pasti akan memberitahu Anda jika Anda memang memiliki penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Jika Anda melakukan hal tersebut, berarti Anda telah mengambil resiko yang besar terhadap hidup Anda.

Anda tidak bisa mendiagnosa atau mengira-ngira terhadap apa yang terjadi pada diri Anda, diagnosa medis merupakan satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk memastikan penyakit yang Anda miliki.

Selain itu, ada lagi yang mengatakan bahwa hipertensi bisa menyebabkan sakit kepala dan hidung berdarah.

Pada kenyataanya sebagian besar kasus hipertensi tidak menyebabkan 2 hal tersebut kecuali pada kasus hipertensi yang sangat kritis.

Namun, ada baiknya jika Anda mengalami hal ini segera hubungi dokter Anda dan lakukan pemeriksaan.

Selanjutnya, ada beberapa tanda atau gejala yang mungkin saja secara tidak langsung berkaitan dengan hipertensi tetapi tidak selalu disebabkan oleh hipertensi.

Tanda atau gejala tersebut seperti noda atau titik darah pada mata atau sering disebut sebagai blood spot, wajah kemerahan dan juga pusing.

Ketiga tanda tersebut mungkin berkaitan secara tidak langsung dengan tekanan darah tetapi hipertensi bukan penyebab utama, misalnya wajah kemerahan bisa saja terjadi karena akibat udara dingin, makanan pedas, minuman panas dan bahkan akibat produk perawatan kulit.

Jadi, pada intinya mengenai tanda atau gejala tekanan darah tinggi/hipertensi, kita tidak bisa mengira-ngira tanda yang timbul itu sebagai tanda bahwa kita memiliki penyakit hipertensi, akan tetapi hasil pemeriksaan dokterlah yang bisa memberikan vonis tersebut.

Penyebab Hipertensi

Lalu, apa penyebab hipertensi? Apa penyebab seseorang memiliki penyakit hipertensi/tekanan darah tinggi?

Untuk mengetahui hal tersebut, kita harus memahami dulu 2 jenis hipertensi.

Pertama, ada yang disebut Primary (essential) Hypertension atau Hipertensi Primer. Hipertensi jenis ini sering dialami oleh kebanyak orang dewasa dan tidak ada penyebab yang bisa diidentifikasi.

Hal ini karena hipertensi primer lebih cenderung berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun.

Sedangkan, yang kedua, ada yang disebut Secondary Hypertension atau Hipertensi Sekunder. Beberapa orang terkena hipertensi disebabkan oleh kondisi yang mendasari hal tersebut.

Jenis hipertensi yang kedua ini cenderung muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang mengalami hipertensi primer.

Beberapa kondisi dan pengobatan yang bisa menyebabkan hipertensi sekunder adalah gangguan tidur yang sangat mengganggu, masalah ginjal, tumor kelenjar adrenalin, masalah kelenjar gondok, penggunaan pil pengontrol kehamilan, beberapa resep obat dan juga penggunaan obat-obatan terlarang.

Selain itu, faktor makanan yang Anda konsumsi setiap haripun bisa menjadi penyebab hipertensi.

Misalnya Anda mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan garam atau sodium yang terlalu tinggi misalnya ikan asin.

Garam atau sodium inilah yang menjadi pemicu utama penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Pengobatan Hipertensi

Selanjutnya, bagaimana jika kita sudah terlanjur memiliki penyakit hipertensi / tekanan darah tinggi?

Tentu saja jika dokter sudah mendiagnosa dan memvonis bahwa Anda memiliki penyakit hipertensi, dokter akan memberikan saran untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat lagi.

Akan tetapi terkadang perubaha gaya hidup saja tidaklah cukup, dokter juga akan memberikan obat-obatan yang bisa membantu dalam pengobatan hipertensi.

Tujuan dari pengobatan hipertensi yang diberikan dokter tentu saja bergantung pada seberapa sehatkah Anda.

Jika Anda seorang dewasa yang sehat dengan umur 60 tahun atau lebih tua, maka memiliki tekanan darah kurang dari 150/90 mm Hg masih dikatakan normal.

Jika Anda seorang dewasa yang sehat dengan umur kurang dari 60 tahun, maka memiliki tekanan darah kurang dari 140/90 mm Hg masih dikatakan normal.

Jika Anda memiliki penyakit ginjal kronis,diabeter atau penyakit pembuluh darah koroner, maka memiliki tekanan darah tinggi kurang dari 140/90 mm Hg pun masih dikatakan normal.

Walaupun 120/80 mm Hg merupakan angka ideal tekanan darah, dokter tidak akan memberikan obat-obatan untuk mencapai level tersebut.

Jadi pada intinya pengobatan dokter akan disesuaikan dengan umur dan kondisi kesehatan Anda.

Beberapa obat-obatan yang biasanya digunakan atau diberikan oleh dokter untuk pasien hipertensi / tekanan darah tinggi seperti Thiazide Diuretics, Beta Blockers, Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors, Angiotensin II receptor blockers (ARBs), Calcium channel blockers, dan Renin inhibitors.

Saya tidak akan membahas obat-obatan tersebut lebih jauh. Cukup Anda mengetahuinya saja karena obat-obatan tersebut haruslah dengan resep dan pengawasan dari dokter.

Sekali lagi, untuk pengobatan hipertensi / tekanan darah tinggi, dokter akan memberikan saran dan obat-obatan yang sesuai dengan usia dan kondisi kesehatan Anda pada saat itu.

Pencegahan Hipertensi

Ini dia bagian terakhir dari pembahasan kita yaitu tentang pencegahan hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Tentu mencegah adalah jauh lebih baik daripada mengobati.

Sebelum Anda terkena penyakit tekanan darah tinggi / hipertensi, alangkah baiknya anda melakukan pencegahan.

Pencegahan bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan gaya hidup yang lebih sehat dan juga memperhatikan makanan yang Anda konsumsi setiap hari.

Pencegahan Hipertensi dengan Gaya Hidup Sehat

Untuk mencegah tekanan darah tinggi / hipertensi, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti:

1. Menjaga Berat Badan yang Sehat

Kelebihan berat badan atau obesitas bisa membuat Anda 2 kali sampai 6 kali lipat resiko terkena tekanan darah tinggi / hipertensi.

Jadi, Anda harus benar-benar memperhatikan berat badan Anda. Sedikit saja penurunan berat badan yang Anda lakukan akan sangat berarti dan bisa membuat perbedaan yang signifikan terhadap pencegahan hipertensi.

2. Melakukan Olahraga secara Teratur

Orang yang secara fisik lebih aktif memiliki resiko terkena hipertensi lebih rendah 20% bahkan 50% daripada mereka yang tidak pernah melakukan olahraga.

Namun, Anda tidak harus menjadi seorang atlit maraton untuk mendapatkan manfaat dari aktifitas fisik.

Walaupun Anda melakukan olahraga kecil tetapi dilakukan secara teratur setiap hari, ini akan bisa membantu menurunkan resiko terkena hipertensi.

3. Mengurangi Asupan Garam

Ketika penderita hipertensi mengurangi asupan garam pada makanannya, maka tekanan darah mereka langsung turun.

Hal ini karena garam atau sodium merupakan faktor utama pada makanan yang bisa menyebabkan seseorang terkena hipertensi.

Untuk itu, Anda harus mengetahui beberapa makanan yang harus dihindari penderita hipertensi.

4. Jangan Pernah Mengkonsumsi Minuman Beralkohol

Alkohol tidak hanya bisa membuat seorang mabuk, akan tetapi bisa meningkatkan tekanan darah tinggi yang luar biasa.

Sudah jelas bahwa minuman berlkohol ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Mereka hanya bisa membuat hidup Anda tambah susah dengan terkena berbagai macam penyakit seperti hipertensi ini.

5. Kurangi Stress

Kondisi kejiwaan yang stress bisa berkontribusi terhadap meningkatkan tekan darah dalam tubuh. Jika hal ini terus terjadi selama bertahun-tahun, maka Anda akan menderita penyakit hipertensi.

Ada beberapa macam cara untuk menurunkan stress, bisa dengan melakukan hobi Anda, bermain game atau bahkan melakukan berbagai macam ibadah seperti membaca Al-Qur’an bagi seorang muslim.

Pencegahan Hipertensi dengan Nutrisi/Makanan

Untuk mencegah hipertensi, Anda juga bisa melakukannya dengan memperhatikan nutrisi atau makanan yang Anda konsumsi setiap hari.

Pastikan ada beberapa makanan yang mengandung nutrisi ini dalam menu makanan Anda setiap hari.

1. Potasium

Mengkonsumsi makanan yang kaya akan potasium bisa membantu Anda dalam mencegah hipertensi.

Anda bisa mendapatkan potasium ini dari berbagai jenis buah-buahan, sayur-sayuran, makanan yang diolah dari susu, dan juga ikan.

Mereka inilah sumber potasium alami terbaik yang bisa Anda dapatkan untuk mencegah hipertensi.

Jangan berpikir untuk mengkonsumsi suplemen karena hal tersebut tidak perlu dan juga harus ada dibawah pengawasan dokter.

Cukup dari sumber potasium alami yang saya sebutkan diatas.

2. Kalsium

Masyarakat yang memiliki asupan kalsium rendah memiliki angka tekanan darah tinggi yang cukup besar.

Namun, itu bukan berarti bahwa mengkonsumsi tablet kalsium bisa mencegah tekanan darah tinggi.

Penting bagi kita untuk memastikan asupan kalsium sekitar 1.000 miligram setiap hari untuk usia dewasa sampai umur 50 tahun dan 1.200 miligram untuk mereka dengan umur lebih dari 50 tahun.

Bahkan untuk ibu hamil dan ibu menyusui bisa lebih dari angka tersebut.

Makanan yang diolah dari susu merupakan sumber kalsium alami yang bagus untuk tubuh seperti susu rendah lemak, yogurt dan juga keju.

3. Magnesium

Mengkonsumsi makanan yang rendah magnesium bisa meningkatkan resiko hipertensi.

Tetapi dokter tidak merekomendasikan untuk mengkonsumsi suplemen magnesium secara berlebih untuk mencegah hipertensi.

Asupan magnesium yang Anda konsumsi dari makanan pun itu sudah cukup.

Anda bisa mendapatkan magnesium dari gandum utuh, sayuran hijau, dan juga kacang-kacangan.

4. Minyak Ikan

Salah satu jenis lemak, yang disebut sebagai Lemak Omega-3, ditemukan pada lemak ikan makarel dan juga salmon.

Jumlah minyak ikan yang cukup besar bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi, tapi peranan mereka dalam pencegahan sebenarnya masih belum jelas.

Mengkonsumsi pil minyak ikan sangat tidak direkomendasikan karena dosis yang tinggi bisa menimbulkan efek samping yang tidak diinginkan.

Hampir semua ikan, jika tidak digoreng atau diproses tidak menggunakan garam memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah dan bisa dikonsumsi lebih sering.

5. Bawang Putih

Ada beberapa kandungan bawang putih yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol dan juga membunuh beberapa sel kanker.

Akan tetapi, penelitian lebih lanjut sedang dilakukan untuk menilai secara keseluruhan manfaat kesehatan bawang putih yang sangat potensial.

Untuk lebih lanjutnya, Anda bisa membaca artikel 10 makanan penurun tekanan darah tinggi secara alami.

Kesimpulan

Hipertensi ini bisa dikatakan sebagai akar dari berbagai masalah kesehatan serius seperti penyakit jantung dan juga stroke.

Sehingga memahmi penyakit ini secara keseluruhan merupakan suatu keharusan bagi Anda jika Anda ingin terhindar dari masalah ini.

Disini saya sudah membahas tentang pengertian hipertensi, gejala hipertensi, penyebab hipertensi, pengobatan hipertensi dan pencegahan hipertensi.

Semoga melalui tulisan ini Anda bisa memahami apa itu hipertensi, bagaimana gejala yang ditimbulkan sebegai deteksi dini, penyebabnya apa, pengobatannya bagaimana dan langkah-langkah apa yang bisa kita lakukan sebagai pencegahan.

Jika Anda merasa informasi ini bermanfaat dan sangat membantu, tolong share artikel ini kepada teman dan saudara Anda, agar merekapun bisa waspada terhadap penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi ini.

(Visited 424 times, 1 visits today)
Gambar Gravatar

Hai.. Saya Dindin Hendra. Saya adalah seorang Suami, Ayah, Guru Bahasa Inggris dan juga Blogger. Semoga semua informasi yang saya tulis bisa bermanfaat untuk Anda. Selamat Membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *