Vertigo - Pengertian, Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan
(Vertigo, Sumber Foto: pixabay*com)

Vertigo – Pengertian, Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan

Diposting pada

Kesehatan – Anda sebaiknya membaca habis tulisan saya ini karena saya akan membahas tuntas mengenai vertigo dari mulai pengertian, gejala, penyebab dan pengobatan yang bisa dilakukan.

Anda sering mengalami pusing kepala?

Hati-hati. Jangan pernah menyepelekan hal tersebut.

Mungkin itu bukan pusing kepala biasa. Apalagi kalau intensitasnya sangat sering.

Anda perlu memeriksakan diri ke dokter guna memastikan apa yang sedang alami.

Bisa saja itu merupakan vertigo.

Vertigo memang sangat mengganggu terutama jika Anda memiliki kesibukan yang padat.

Dan jika sudah parah, Vertigo ini akan menghambat produktifitas Anda.

Seberapa berbahayakah vertigo ini?

Yuk kita bahas mulai dari pengertiannya terlebih dahulu.

Atau Anda bisa menggunakan daftar isi dibawah ini, untuk melompat menuju poin penting lainnya di artikel ini.

Pengertian Vertigo

Vertigo - Pengertian, Gejala, Penyebab, Diagnosis dan Pengobatan
(Vertigo, Sumber Foto: pixabay*com)

Sebenarnya apa itu sih vertigo?

Vertigo adalah sebuah sensasi perasaan tidak seimbang dimana kita merasa diri kita terasa berputar atau lingkungan di sekitar kita yang terasa berputar (webmd.com).

Secara sederhana, kita bisa mengartikan vertigo sebagai rasa pusing di kepala.

Apa yang kita lihat serasa berputar mengelilingi kita.

Vertigo ini bisa menyerang siapa saja pada umur berapa saja.

Akan tetapi, pada umumnya vertigo sering terjadi pada mereka yang telah berusia lanjut sekitar umur 60 tahun ke atas.

Kondisi vertigo pada seseorang bisa berbeda-beda.

Ada vertigo ringan sehingga tidak terlalu terasa dan ada pula yang sangat parah sampai menghambat aktifitas kita.

Selain itu, serangan vertigo ini cukup bervariasi dari mulai yang hanya sementara sampai yang berlangsung lama.

Ada orang yang merasa pusing ringan dan menyerang secara berkala serta ada pula orang yang merasa pusing dengan waktu yang cukup lama.

Bahkan jika sudah parah, vertigo bisa menyerang penderita nya sampai berhari-hari.

Gejala-Gejala Vertigo

Lalu bagaimana dengan gejala-gejala vertigo yang bisa kita rasakan?

Ada beberapa gejala yang mengindikasikan bahwa Anda mengalami vertigo.

Pengidap vertigo akan merasa kehilangan keseimbangan sehingga mereka akan sulit untuk berjalan bahkan ada beberapa kasus untuk berdiri pun terkadang susah.

Selain itu, mereka akan merasa mual dan ingin muntah.

Mata akan bergerak secara tidak normal atau dikenal dengan istilah nystagmus.

Gejala lainnya yang berkaitan dengan vertigo adalah berkeringat, sakit kepala dan berdengung di telinga atau kehilangan pendengaran.

Jika Anda mengalami salah satu gejala yang saya tuliskan bisa jadi Anda memang penderita vertigo.

Penyebab Vertigo

Pada umumnya, vertigo bisa terjadi disebabkan karena ada masalah atau gangguan pada telinga bagian dalam.

Gangguan ini akan memicu masalah keseimbangan tubuh.

Selain itu, ada beberapa penyebab lainnya yang bisa memicu vertigo.

Pemicu ini diklasifikasikan sehingga vertigo bisa dibedakan.

Dan setidaknya ada dua jenis vertigo yang didasarkan pada penyebab-penyebab sebagai pemicunya (medicalnewstoday.com)

1. Peripheral Vertigo

Vertigo ini terjadi atau dipicu karena adanya gangguan pada keseimbangan organ di telingan bagian dalam.

Saluran pada telinga di bagian dalam memiliki organ yang sangat kecil yang membuat pesan-pesan bisa dikirim ke otak untuk merespon gravitasi.

Pesan-pesan ini memberitahu otak bahwa ada sebuah gerakan dari posisi vertikal dan inilah yang membuat orang memiliki keseimbangan ketika berdiri.

Dan jika sistem ini mengalami gangguan, maka sudah dipastikan akan memicu terjadinya vertigo.

Hal ini bisa terjadi sebagai akibat peradangan yang disebabkan oleh infeksi virus.

Selain itu, ada beberapa kondisi yang berkaitan dengan peripheral vertigo.

a. Labyrinthitis

Labyrinthitis adalah sebuah kondisi dimana terjadi peradangan pada labirin telingan bagian dalam dan syaraf vestibular.

Syaraf ini memiliki tanggung jawab untuk menyandikan gerakan dan posisi tubuh.

Dan biasanya peradangan ini disebabkan oleh infeksi virus.

b. Vestibular Neuronitis

Ini merupakan peradangan yang terjadi pada syaraf vetibular ditelinga bagian dalam yang disebabkan oleh infeksi virus.

c. Cholesteatoma

Ini kondisi dimana terjadi pertumbuhan kulit di telingan bagian tengah.

Biasanya terjadi sebagai akibat dari peradangan yang berlangsung secara terus menerus.

Jika pertumbuhan kulit baru semakin besar, maka akan merusak telinga, hilang pendengaran dan pusing kepala.

d. Penyakit Meniere

meniere yaitu sebuah gangguan yang menyerang telinga bagian dalam.

Penyakit ini terjadi akibat penumpukan cairan dan perubahan tekanan udara pada telinga sehingga bisa memicu vertigo bersamaan dengan telingan berdengung sampai kehilangan pendengaran.

Biasanya meniere rentan sekali terjadi pada mereka yang sudah berusia antara umur 40 sampai 60 tahun.

e. Benign Paroxysmal Positional Vertigo

Perubahan posisi kepala ternyata bisa menyebabkan vertigo.

Vertigo ini sering dikenal dengan nama Vertigo Posisi Paroksismal Jinak atau istilah medisnya dikenal dengan Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BBPV).

Partikel kalsium terkecil (canaliths) menggumpal di saluran telinga bagian dalam sehingga mengganggu keseimbangan tubuh Anda.

Ada beberapa kasus BBPV terjadi tanpa ada alasan yang cukup jelas dan para ahli menyimpulkan bahwa mungkin BBPV juga bisa terjadi karena faktor usia.

Dan perempuan memiliki dua kali resiko terkena penyakit ini daripada laki-laki.

2. Central Vertigo

Central Vertigo adalah sebuah kondisi gangguan yang dialami pada sistem syaraf pusat.

Gangguan tersebut bisa meliputi gangguan pada batang otak dan otak kecil yang merupakan bagian otak yang berkaitan dengan interaksi antara indera penglihatan dan keseimbangan tubuh.

Selain itu, gangguan pada thalamus yaitu sensor pesan dari dan ke bagian otak.

Jika Anda sering mengalami migrain atau sakit kepala yang tidak bisa tertahankan, Anda harus lebih waspada karena central vertigo pada umumnya disebabkan oleh migrain.

Dan data menunjukan sekitar kurang lebih 40 % dari mereka yang migrain memiliki kecenderungan untuk memiliki vertigo.

Bahkan jika vertigo menyerang mereka bisa merasakan hilang keseimbangan dan pusing secara bersamaan.

Selain penyebab-penyebab vertigo yang saya tuliskan diatas, ada beberapa penyebab yang tidak umum yang bisa memicu vertigo.

Stroke, gangguan pada otak seperti tumor, beberapa jenis obat-obatan yang bisa merusak telinga, sampai luka di bagian kepala atau leher dan trauma bisa memicu vertigo.

Diagnosis Vertigo

Jika Anda berencana untuk memeriksakan diri ke dokter, ada beberapa tahap diagnosis yang dilakukan.

Pertama biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda mengenai gejala.

Dan untuk mendapatkan gambaran secara jelas, dokter akan menanyakan perihal gejala lebih dalam dari mulai situasi, durasi, frekuensi, pemicu, pendengaran sampai pengaruh yang ditimbulkan terhadap kehidupan sehari-hari.

Selain itu, dokter juga biasanya akan menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan riwayat kesehatan baik itu riwayat kesehatan Anda maupun keluarga.

Dokter juga mungkin akan bertanya tentang obat-obatan yang sering Anda konsumsi, kemungkinan infeksi telinga atau cedera di kepala.

Data dari semua pertanyaan tersebut sangat penting bagi dokter untuk memutuskan pemeriksaan lanjutan apa yang tepat untuk Anda jika diperlukan.

Ada beberapa metode pemeriksaan yang umumnya dilakukan untuk penderita vertigo.

Pemeriksaan Nistagmus

Nistagmus adalah pergerakan bola mata yang tidak terkontrol biasanya dari sisi ke sisi lain.

Biasanya terjadi pada mereka yang mengidap vertigo dimana otak merespon terhadap adanya gerakan putaran.

Pergerakan mata yang sama bisa terjadi ketika Anda melihat benda yang bergerak sangat cepat misalnya melihat benda dari jendela kereta api.

Jadi, pemeriksaan Nistagmus adalah pemeriksaan yang dilakukan terhadap pergerakan mata pasien untuk mendapatkan data apakah pasien tersebut benar-benar mengidap vertigo.

Salah satu bentuk pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter adalah menyuruh pasien untuk merubah posisi secara cepat dari posisi duduk ke posisi berbaring.

Selain itu, dokter juga bisa menggunakan alat untuk memeriksa pergerakan mata yang disebut Electronystagmography (ENG) dan Videonystagmography (VNG).

Electronystagmography merupakan alat untuk merekam dan mengukur nystagmus dimana pasien menggunakan headset dengan eletroda yang terpasang pada daerah sekitar mata.

Sedangkan Videonystagmography adalah sebuah teknologi baru untuk merekam nystagmus secara visual.

Pasien memakai kacamata yang sudah dilengkapi dengan beberapa kamera untuk merekam pergerakan mata baik itu horisontal, vertikal maupun putaran.

Melalui sinar infra merah yang ada pada kamera, komputer memproses dan menganalisa data direkam.

Pemeriksaan Gerakan Kepala

Di dalam pemeriksaan ini, dokter akan meminta pasien untuk memfokuskan penglihatannya pada suatu titik misalnya ujung hidung dari dokter itu sendiri kemudian pasien menggerakan kepala secara cepat dari satu sisi ke sisi lain.

Jika pasien masih fokus terhadap titik ujung hidung tersebut, maka hasil pemeriksaan vertigo nya negative begitu pula sebaliknya.

Bahkan dengan pergerakan kepala ke kiri atau ke kanan tersebut, dokter bisa menyimpulkan bagian telinga mana yang terinfeksi.

Pemeriksaan Romberg

Romberg adalah istilah untuk pemeriksaan dimana pasien yang berdiri tegak ketika mata terbuka akan diminta untuk menutup mata beberapa saat.

Jika pada saat mata tertutup tubuh pasien menjadi tidak berdiri tegak atau ada sedikit goyangan maka pasien diindikasikan mengidap vertigo.

Bahkan kemana arah dari goyangan tersebut bisa menyimpulkan bagian telinga mana yang mengalami gangguan.

Pemeriksaan Unterberger

Unterberger adalah istilah pemeriksaan dimana pasien akan diminta untuk berjalan lurus selama kurang lebih 30 detik sambil menutup mata.

Jika pasien mengidap vertigo, maka mereka akan berjalan ke arah sesuai dengan bagian telinga mana yang mengalami gangguan.

Pemeriksaan Kepala

Pemeriksaan pada kepala biasanya dilakukan oleh alat canggih dengan proses pemindaian yang sering disebut MRI Scan atau CT Scan.

Pemindaian pada kepala ini dilakukan guna melihat apakah ada penyebab vertigo seperti neroma akustik atau kita mengenalnya dengan nama tumor jinak.

Berbagai metode pemeriksaan untuk vertigo ini dilakukan jika dirasa perlu atau tergandung dengan gejala atau keluhan yang Anda alami.

Oleh karena itu, pemeriksaan tersebut bersifat lanjutan artinya perlu dilakukan jika dokter belum merasa yakin dengan gejala yang ada.

Pengobatan dan Pencegahan Vertigo

Selanjutnya kita akan berbicara mengenai pengobatan serta pencegahan vertigo yang bisa Anda lakukan.

Sebenarnya, vertigo itu sendiri bukanlah penyakit melainkan gejala.

Maka pengobatan vertigo yang tepat tergantung pada pengobatan penyakit yang menyebabkannya.

Beberapa ada kasus vertigo yang sembuh tanpa adanya pengobatan yang kemungkinan disebabkan karena otak sudah beradaptasi baik dengan kondisi telinga bagian dalam.

Ada pula kasus vertigo yang perlu penanganan lebih lanjut agar bisa sembuh terutama pada penyebab utama nya seperti infeksi virus dan bakteri pada telinga.

Pengobatan Manuver Epley Untuk Menangani BBPV

Pengobatan khusus pada vertigo misalnya Manuver Epley untuk menangani BBPV atau dikenal juga dengan istilah memposisikan kembali canalith (Canalith Repositioning).

Dokter akan meminta pasien untuk melakukan beberapa gerakan kepala yang sederhana secara lambat.

Gerakan ini bertujuan untuk memindahkan partikel dari satu bagian cairan di telinga bagian dalam ke daerah yang lebih terbuka, misalnya vestibular, dimana partikel tersebut tidak akan menimbulkan masalah.

Terkadang operasi kecil perlu dilakukan bagi penderita BBPV.

Operasi ini dilakukan untuk memasukan tulang pada telinga bagian dalam untuk menghalangi area yang memicu rasa pusing.

Selain itu, tulang ini mencegah area telinga untuk merespon terhadap gerakan kepala dan partikel.

Pengobatan Penyakit Meniere

Kemudian untuk mengobati penyakit meniere, dokter biasanya akan memberikan resep obat-obatan seperti diazepam atau lorazepam untuk mengobati rasa pusing yang disebabkan oleh penyakit meniere.

Selanjutnya, obat-obatan seperti prochlorperazine dan antihistamin juga biasanya digunakan namun tidak untuk jangka panjang.

Selain pengobatan, sebenarnya kita juga bisa melakukan sejumlah cara atau langkah untuk mengurangi bahkan mencegah timbulnya gejala-gejala vertigo.

Pencegahan yang bisa kita lakukan misalnya kita harus menghindari dari gerakan-gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba.

Gerakan kepala secara perlahan dan hindarilah gerakan kepala mendongak, berjongkok maupun tubuh membungkuk.

Jika vertigo menyerang segeralah untuk duduk.

Dan ketika tidur, sangat disarankan untuk memperbaiki posisi kepala misalnya dengan menambahkan bantal agar posis kepala bisa lebih tinggi dan nyaman.

Yang terpenting adalah mengenali penyebab vertigo Anda.

Dengan demikian Anda akan mengetahui bagaimana Anda harus berbuat agar vertigo tidak kambuh.

Para ahli juga menyarankan untuk melakukan berbagai latihan yang memicu vertigo sehingga otak akan terbiasa dan pada akhirnya akan menurunkan frekuensi kambuh vertigo.

Rekomendasi Artikel : Manfaat Oatmeal Untuk Kesehatan Berdasarkan Sains

Kesimpulan

Vertigo merupakan perasaan pusing dimana penderita merasa dirinya berputar ataupun lingkungan sekitar nya yang berputar.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Vertigo bukanlah sebuah penyakit melainkan gejala yang timbul akibat gangguan atau penyakit tertentu.

Dalam hal ini, vertigo biasanya dipicu oleh gangguan terhadap telinga bagian dalam.

Dan ada beberapa jenis vertigo yang diklasifikasikan berdasarkan penyebab atau pemicunya yaitu Peripheral Vertigo dan Central vertigo.

Jika Anda berencana untuk melakukan pemeriksaan, maka dokter akan melakuka serangkaian pemeriksaan dari mulai pertanyaan terkait dengan gejala vertigo sampai riwayat kesehatan.

Apabila dokter belum yakin dengan gejala yang ada, maka dokter akan meminta pasien untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan gerakan kepala sampai pemindaian kepala atau dikenal dengan MRI Scan dan CT Scan.

Berbagai pengobatan pun bisa Anda lakukan dari mulai latihan sampai obat-obatan yang diberikan oleh dokter.

Namun pengobatan vertigo ini tergantung pada penyakit penyebab vertigo tersebut.

Sehingga akan lebih baik jika Anda melakukan pencegahan terhadap vertigo ini.

Pencegahan terpenting yang bisa Anda lakukan adalah mengenali penyebab vertigo Anda dan melakukan gerakan-gerakan atau latihan yang memicu vertigo secara perlahan.

Dengan demikian intensitas atau frekuensi terjadinya vertigo akan berkurang bahkan bisa sembuh karena otak sudah terbiasa dengan perubahan tersebut.

Semoga apa yang saya tulis mengenai vertigo ini dari mulai pengertian, gejala, penyebab, diagnosis dan pengobatan bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda sekaligus mengajak Anda untuk hidup lebih sehat.

(Visited 67 times, 1 visits today)
Gambar Gravatar

Hai.. Saya Dindin Hendra. Saya adalah seorang Suami, Ayah, Guru Bahasa Inggris dan juga Blogger. Semoga semua informasi yang saya tulis bisa bermanfaat untuk Anda. Selamat Membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *