Penggunaan Noun
(Ilustrasi Penggunaan Noun, Sumber Foto: adobestock.com)

Parts of Speech: Noun – Kata Benda Dalam Bahasa Inggris

Diposting pada

Belajar bahasa Inggris berarti Anda pun harus belajar memahami konsep dasar materi seperti materi parts of speech atau kelas kata.

Bagi pembelajar Bahasa Inggris, mengenal dan memahaminya merupakan hal yang sangat penting karena itu akan menjadi kerangka dasar dari kemampuan Bahasa Inggris Anda.

Kerangka dasar inilah yang akan memberikan informasi tambahan penting yang dibutuhkan untuk membangun pengetahuan dasar tata bahasa atau grammar Anda.

Selain itu, untuk bisa memahami sebuah teks Bahasa Inggris yang autentik dengan baik, pengetahuan tentang kelas kata ini akan sangat membantu sekali.

Dengan penjelasan yang saya buat ini diharapkan bisa membantu Anda dalam memahami the eight parts of speech dan membangun fondasi dasar kemampuan Bahasa Inggris Anda.

Adapun ke delapan kelas kata tersebut adalah Noun, Adjectives, Pronouns, Verbs, Adverbs, Prepositions, Conjunctions and Interjections.

Namun, yang pertama kali kita akan bahas adalah Noun atau Kata Benda dalam bahasa Inggris.

Banyak sekali yang bisa kita bahas tentang noun ini, tidak hanya sebatas kata benda saja karena banyak sekali jenis dan fungsi nya.

Pengertian Noun

Pengertian Noun
(Pengertian Noun, Sumber Foto: adobestock.com)

Berdasarkan kamus English Advanced Learner’s Dictionary, “A Noun is a word that refers to a person, place, thing, event, substance or quality”.

Sedangkan Gabriele Stobbe memberikan pengertian “A noun is a word used to name a person, place, thing, or idea”.

Jadi, intinya kata benda itu adalah sebuah kata yang digunakan atau merujuk pada seseorang, tempat, benda ataupun ide.

Jenis-jenis Noun

Noun bisa diklasifikasikan atau dikelompokan menjadi beberapa kategori yaitu proper, common, concrete, abstract, collective dan compound noun.

Proper Noun

Proper Noun adalah kata benda yang melabeli orang-orang, tempat-tempat ataupun benda-benda tertentu.

Contoh proper noun diantaranya Susan, Borobudur dan Apple.

Huruf pertama dari kata benda tersebut haruslah menggunakan huruf kapital atau huruf besar.

Common Noun

Common Noun adalah kata benda yang melabeli kelompok-kelompok, tempat-tempat, orang-orang atau benda-benda secara umum.

Salah satu contoh dari common noun adalah school, student dan beach.

Concrete Noun

Concrete Noun merupakan kata benda yang merujuk pada benda yang bisa dirasakan melalui panca indera (penglihatan, pendengaran, pengecap, pencium dan perasa) atau bisa dibilang kata benda yang ada wujudnya.

Contoh dari concrete noun adalah hamburger, bicycle dan table.

Abstract Noun

Sedangkan Abstract Noun adalah kebalikan dari Concrete Noun dimana kata benda tersebut merujuk pada benda-benda yang tidak bisa dirasakan melalui panca indera atau bisa juga disebut kata benda yang tidak ada wujudnya.

Salah satu contohnya adalah love, happiness, dan idea.

Collective Noun

Collective Noun adalah kata benda yang memberikan nama terhadap kelompok-kelompok benda sebagai satu kesatuan unit. Misalnya adalah kata family.

Family ini adalah satu kesatuan unit untuk beberapa kata benda father, mother, son and daughter.

Compound Noun

Dan Compound Noun itu merujuk pada kata benda yang memiliki konsep tunggal dari dua atau lebih kata-kata.

Misalnya adalah suntan lotion, drawing book, dan sport shoes.

Nah itulah beberapa bentuk dari kata benda yang harus Anda pahami dengan catatan bahwa sebuah kata benda bisa merujuk pada satu atau lebih bentuk kata benda.

Contohnya adalah kata suntan lotion dimana kata tersebut merupakan sebuah common noun dan juga concrete noun sekaligus sebuah compound noun.

Singular dan Plural Noun

Singular and Plural Noun
(Ilustrasi Singular and Plural Noun, Sumber Foto: adobestock.com)

Kata benda membawa informasi mengenai jumlah dari kata benda itu sendiri. Ketika sebuah kata merujuk pada seseorang atau sebuah benda maka kata tersebut singular/tunggal dalam jumlah.

Sedangkan ketika sebuah kata merujuk pada lebih dari satu orang atau satu benda maka kata tersebut plural/jamak dalam jumlah.

Sederhananya Singular berarti tunggal (satu benda/satu orang) dan Plural berarti jamak/banyak (lebih dari saru benda/satu orang).

Misalnya “one ball” berarti tunggal dan “three balls” berarti jamak.

Jumlah sebuah kata benda di-indikasikan oleh akhiran dari kata benda nya. Huruf-huruf terakhir dari sebuah kata benda menentukan bagaimana kejamakan kata benda tersebut dibentuk.

Selanjutnya saya akan menjelaskan bagaimana cara merubah bentuk singular menjadi bentuk plural dari sebuah kata benda.

Pertama, kebanyakan kata benda dibentuk dengan menambahkan –s misalnya ball menjadi balls, book menjadi books dan car menjadi cars.

Kedua, untuk kata benda yang berakhiran s, x, z, sh, dan ch, maka harus menambahkan –es contohnya watch menjadi watches, dan box menjadi boxes.

Ketiga, kata benda yang berakhiran f atau fe, untuk membentuk plural maka harus mengubah f atau fe itu menjadi v dan menambahkan –es. Misalnya wife menjadi wifes dan leaf menjadi leaves.

Keempat, kata benda yang berahiran y, untuk membentuk plural maka harus merubah y menjadi i kemudian menambahkan –es seperti family menjadi families dan city menjadi cities.

Common Noun Suffixes

Bagian utama dari sebuah kata disebut sebagai akar atau root. Kemudian akhiran (suffixes) ditambahkan pada akhir root tersebut.

Sebuah akhiran bisa terdiri dari satu atau lebih huruf atau suku kata yang ditambahkan pada akhir akar kata sehingga bisa mengubah maknanya.

Berikut adalah beberapa contoh suffixes atau akhiran dari kata benda.

Akhiran –er

Akhiran –er memiliki makna seseorang yang melakukan suatu aksi.

Sebagai contoh swmimmer, drummer, singer and lainnya.

Akhiran pada kata-kata tersebut bermakna seseorang yang melakukan aksi tersebut. Swimmer berarti seorang perenang, dummer berarti orang yang memiliki profesi sebagai pemain drum dan singer memiliki arti seorang penyanyi.

Akhiran –ance

Akhiran –ance memiliki makna sebuah fakta atau pernyataan atas aksi yang dilakukan.

Contohnya kata perform diberi akhiran –ance menjadi performance yang artinya penampilan seperti dalam kalimat ‘She gives the best performance’.

Akhiran –ness

Kata happy bisa ditambahkan –ness pada akhir katanya sehingga menjadi happiness yang memiliki arti kebahagiaan.

Akhiran –ness ini mengubah kata sifat menjadi kata benda.

Akhiran –ity

Untuk sebuah aksi atau pernyataan yang bersifat abstrak, kita bisa menambahkan akhiran –ity pada suku kata utama.

Sebagai contoh kkata possible mendapatkan akhiran –ity menjadi possibility yang berarti kemungkinan.

Memahami semua akhiran-akhiran ini bisa membantu Anda mengidentifikasi sebuah kata benda. Memberikan kemampuan Anda untuk membedakan kata benda dari kata-kata lainnya atau dari suku kata dasar nya.

Pada akhirnya, kemampuan kosa kata Anda akan bertambah dengan mudah.

Masculine, Feminine dan Neuter Noun

Kata benda di dalam bahasa Inggris tidak memiliki jenis kelamin sehingga mereka tidak bisa dipisahkan apakah kata benda maskulin atau kata benda feminin.

Akan tetapi kata benda tersebut bisa merujuk pada laki-laki atau perempuan atau bahkan hewan.

Ketika suatu benda tidak jelas jenisnya (gender), maka kata benda tersebut sering disebut sebagai kata benda mati atau lebih dikenal sebagai kata benda netral (neuter noun).

Masculine Noun

Kata benda yang merujuk pada orang laki-laki atau binatang jantan, maka kata benda itu disebut sebagai kata benda maskulin.

Sebagai contohnya adalah Mr. Miller, father, dan bull.

Feminine Noun

Sedangkan kata benda yang merujuk pada orang perempuan atau binatang betina merupakan kata benda feminin.

Contohnya Mrs. Miller, woman, mother, dan cow.

Neuter Noun

Dan kata benda yang menunjukan pada benda yang tidak merujuk pada jenis kelamin tertentu disebut sebagai kata benda netral (neuter noun).

Misalnya lotion, ball, dan towel.

Kata Sandang (Articles)

Kata benda biasanya sering diikuti oleh kata sandang atau sering dikenal sebagai articles. Dan kata sandang ini biasanya diletakan sebelum sebuah kata benda.

Berikut adalah beberapa kata sandang yang biasanya menyertai kata benda. Ada yang disebut kata sandang umum dan ada pula yang disebut kata sandang khusus.

Kata Sandang Umum

Dalam kata sandang umum ada yang disebut sebagai kata sandang tak tentu yaitu a dan an.

A digunakan ketika mengahadapi kata benda yang dimulai dengan pelafalan konsonan (a beach towel) sedangkan an digunakan ketika menghadapi kata benda yang dimulai dengan pelafalan vowel/vokal (an air mattress).

Contohnya a boy.

A boy disini masih bersifat umum dan tak tentu karena bisa saja merujuk kepada salah seorang laki-laki dari sekelompok laki-laki.

Namun untuk jamaknya, boys, kita tidak perlu menambahkan kata sandang tersebut di depannya.

Kata Sandang Khusus

Di dalam kata sandang khusus ada yang disebut sebagai kata sandang tentu yaitu the.

Kata sandang the ini diletakan di depan kata benda yang berarti merujuk pada sesuatu atau seseorang yang lebih spesifik atau lebih jelas.

Seperti dalam kata ‘the boy’.

The boy disini sudah merujuk kepada anak laki-laki yang jelas dan spesifik.

Kata sandang ‘the’ ini disebut sebagai kata sandang tentu atau definite article dan bisa diletakan pada kata benda tunggal maupun jamak.

Penggunaan Noun

Penggunaan Noun
(Ilustrasi Penggunaan Noun, Sumber Foto: adobestock.com)

Ketika kita akan mengekspresikan sebuah pemikiran atau ide di dalam sebuah kalimat, maka Anda meletakan kata-kata tersebut pada apa yang disebut sebagai konteks.

Kata benda memiliki tugas atau pekerjaan yang berbeda ketika mereka diletakan pada sebuah kalimat.

Saya akan memberikan contoh sebagai ilustrasi penggunaan dan konteksnya.

Misalnya benda-benda seperti sepatu katak, kacamata renang, dan baju renang. Konteks dari semua benda-benda tersebut digunakan di air.

Kemudian jika seseorang mengenakan baju renang maka di harus berada di lingkungan yang sesuai yaitu adanya kolam renang, sebuah danau atau laut mungkin agar baju renang tersebut benar-benar bisa digunakan.

Akan salah jadinya jika seseorang yang berada di gurun pasir kemudian mengenakan baju renang.

Itu artinya penggunaan benda-benda tersebut tidak sesuai dengan konteksnya.

Sama halnya dengan kata benda, mereka memiliki pekerjaan yang sesuai dengan tugasnya masing-masing.

Ketika Anda membuat sebuah kalimat yang benar secara tata bahasa, maka anda telah menempatkan setiap bagian sesuai dengan tugasnya.

Kapan Ketika Kata Benda Menjadi Subjek

Kata benda memiliki tugas khusus yang harus di kerjakan ketika ditempatkan pada sebuah kalimat.

Tugas-tugas ini diberi nama sebagai subject, subject complements, possessive noun, atau objects.

Dan mari kita telaah satu per satu tugasnya.

Noun Sebagai Subjek

Salah satu fungsi kata benda dalam sebuah kalimat adalah sebagai subjek kalimat.

Sebagai contoh:

Kata “Maria” merupakan sebuah noun (kata benda). Ketika kata “Maria” ini ada pada kalimat misalnya “Maria swims”, maka Maria berfungsi sebagai subjek kalimat.

Mereka merupakan fokus dalam kalimat dan tugas mereka adalah melakukan aksi yang di deskripsikan oleh kata kerja.

Contoh lainnya:

Pool = noun (kata benda).

The pool opens.

“The pool” pada kalimat tersebut berfungsi sebagai subjek kalimat.

Jenis Kata Benda Lainnya Yang Bisa Menjadi Subject Pada Sebuah Kalimat

Kata benda yang merujuk pada orang yang berfungsi sebagai subject akan lebih mudah dikenali.

Baik jenis proper noun, seperti Andy, Shela, Mr. And Mrs Miller, maupun jenis common noun, seperti man, woman, singer, boy, girl, bisa digunakan sebagai subjek pada sebuah kalimat.

Bahkan kata benda yang merujuk pada benda mati pun bisa digunakan sebagai subjek kalimat misalnya table, swimsuit, school, chair, pen dan yang lainnya.

Nah untuk menemukan subjek pada sebuah kalimat, kita bisa menggunakan sebuah kata tanya. Ketika subjeknya adalah orang, gunakan kata tanya Who.

Sebagai contoh pada kalimat Maria sings.

Gunakan kata tanya who menjadi who sings? Maka jawabannya adalah Maria.

Sehingga pada kalimat “Maria sings”, Maria (kata benda) bertugas sebagai subjek kalimat. Maria melakukan suatu aksi yaitu sings/menyanyi.

Dan apabila subjek kalimat bukan merupakan orang/seseorang, gunakanlah kata tanya “what”.

Contohnya kalimat ‘School opens’.

Maka kita bisa bertanya what opens? Maka jawabannya adalah school dan school itulah kata benda yang bertugas sebagai subjek pada kalimat.

Lalu opens merupakan kata kerja yang menjelaskan apa yang terjadi pada subjek tersebut.

Kedua kalimat “Maria sings” dan “School opens” merupakan contoh kalimat yang memberikan ilustrasi jenis kalimat terkecil yaitu sebuah subjek dan sebuah kata kerja.

Untuk membuat kalimat yang mengekspresikan sebuah pemikiran yang lengkap, maka kalimat tersebut haruslah memiliki setidaknya dua hal tersebut.

Simple and Compound Subjects

Sebuah kalimat mungkin bisa memiliki dua atau lebih dari kata benda (noun) yang digunakan sebagai subjek dan dua atau lebih kata kerja.

Contoh kalimat komplit yaitu “Ben swims.”

Pada kalimat itu, Ben melakukan sebuah aksi dan Ben adalah sebuah kata benda tunggal (singular).

Ketika hanya terdapat satu kata benda yang digunakan sebagai subjek, maka kita menyebut subjek tersebut sebagai Simple Subject.

Kata Benda nya bisa berupa Singular (tunggal) atau Plural (jamak).

Namun, ketika sebuah kalimat memiliki dua atau lebih kata benda yang berfungsi sebagai subjek yang digabungkan dengan “and”, maka mereka disebut sebagai Compound Subject.

Contohnya : Hamburgers and hot dogs are popular.

Hamburgers dan hot dogs pada kalimat tersebut disebut Compound Subject.

Jadi, Compound Subject atau Subjek Campuran disusun oleh dua atau lebih kata benda yang digunakan sebagai subjek.

Kata benda ini pun bisa berupa singular maupun plural.

Subject Complements : Ketika Satu Kata Benda Tidak Cukup

Saya mempunyai kalimat: The hamburger is the winner.

Pada kalimat tersebut, kata benda “hamburger” adalah sebuah subjek. Sedangkan, “the winner” kata benda lainnya adalah sebuah complement / pelengkap yang mendeskripsikan “the hamburger”.

Kemudian, kata kerja “is” menghubungkan hamburgers dengan winner. Untuk alasan itu, maka “is” disebut sebagai linking verb atau kata kerja penghubung.

Linking verbs membantu membuat sebuah pernyataan tidak diekspresikan dengan sebuah aksi akan tetapi sebagai penghubung antara subject dan subject complement.

Am, are, is, was, and were adalah bentuk yang umumnya digunakan sebagai linking verb to be.

Dan subject complemen biasanya ditempatkan setelah kata kerja penghubung / linking verb.

Contoh lainnya: Maria was an exchange student.

Di kalimat itu, Maria adalah subjek. Kata kerja penghubung “was”, diikuti oleh sebuah frasa “an exchange student”, yang mendeskripsikan subjek “Maria”.

Itulah yang membuat kata benda “exchange student” sebagai subject complement.

Possessive Noun: Menunjukan Hubungan atau Kepemilikan

Posessive Noun adalah kata benda yang menunjukan hubungan atau kepemilikan.

Untuk mengubah sebuah kata benda yang menunjukan hubungan dekat atau kepemilikan terhadap kata benda lainnya, kita bisa melakukan beberapa cara.

Pertama, jika kata benda tunggal tidak diakhiri dengan “s”, maka tambahkan sebuah tanpa petik yang diikuti oleh huruf s (‘s).

Contohnya:

Di kolam renang terdapat sebuah papan loncat. Papan loncat ini erat kaitannya dengan kolam renang artinya ada hubungan diantara kedua benda tersebut.

Maka,the pool + diving board menjadi the pool’s diving board.

The pool’s diving board adalah possessive noun atau kata benda yang menunjukan hubungan.

Contoh lainnya:

Seorang anak yang memiliki bola. Maka bola itu adalah milik anak tersebut.

The child + ball menjadi the child’s ball.

Kedua, jika bentuk kata benda tunggal diakhiri s, maka hanya tambahkan tanda petik.

Contohnya:

Charles memiliki sebuah stopwatch. Maka stopwatch itu adalah milik Charles.

Charles + stopwatch menjadi Charles’ stopwatch.

Aturan ini (kedua cara diatas) bisa Anda aplikasikan /berlaku juga pada kata benda bentuk jamak.

Yang perlu menjadi catatan adalah sebuah kata benda kepemilikan selalu menggunakan tanda petik.
Selain itu, kita juga bisa menggunakan kata “of” untuk menunjukan kepemilikan atau hubungan.

Sebagai contoh : the diving board of the pool.

Ingat, kita harus menukar susunan kata benda nya.

Yang tadinya “the pool’s diving board” menjadi “the diving board of the pool”.

Noun as the Direct Objects

Direct object adalah sebuah kata atau sekelompok kata yang secara langsung menerima aksi yang diekspresikan oleh kata kerja.

Saya berikan contoh pada kalimat dibawah ini:

Ben loves the pool.

Pada kalimat itu, terdapat dua kata benda yaitu Ben sebagai proper noun yang melakukan aksi ‘loving” menyukai/mencintai.

Kata kerja kemudian diperluas dengan menambahkan kata benda lainnya yaitu the pool.

Kata “the pool’ diletakan setelah kata kerja dan secara langsung menerima aksi yang diekspresikan oleh kata kerja “loves”.

Jadi, the pool adalah kata benda sebagai direct object.

Kemudian, kata kerja yang membutuhkan direct object disebut sebagai action verb (kata kerja aksi).

Berikut adalah contoh empat kata kerja aksi.

Write – Eat – Love – Swim

Dan contoh penggunaan pada kalimatnya:

Andy writes a book.

He eats a hamburger.

Ben loves Susan

Ryan swims a lap.

Noun as Objects of Presposition

Terdapat dua jenis objek. Pertama adalah direct object yang sudah saya jelaskan diatas. Jenis ini adalah jenis objek yang menerima aksi secara langsung dari kata kerja.

Jenis objek yang kedua berjalan bersama sebuah preposition atau kata depan. Sehingga, jenis objek ini disebut sebagai Objects of Prepositions.

Contoh kalimatnya adalah sebagai berikut:

Ben walks around the pool.

Pada kalimat diatas, around the pool adalah sebuah prepositional phrase atau frasa kata depan dimana terdapat preposition around dan kata benda pool sebagai object of presposition.

Jadi, kombinasi antara sebuah kata depan dan sebuah objek disebut sebagai frasa kata depan atau prepositional phrase.

Kemudian, sebuah kata benda yang disimpan setelah sebuah preposition disebut sebagai object of preposition (objek dari kata depan).

Kesimpulan

Selamat! Anda sekarang telah belajar tentang salah satu parts of speech atau kelas kata yaitu Noun (Kata Benda).

Noun (Kata Benda) adalah sebuah kelas kata / parts of speech yang merujuk pada seseorang, benda, tempat, atau ide.

Dan seperti yang telah Anda pelajari bahwa noun memiliki beberapa jenis atau tipe dimana teradapat kata benda asal dan turunan yang menggunakan berbagai macam akhiran.

Selain itu, Anda juga telah belajar mengenai berbagai macam fungsi dari noun itu sendiri.

Dan fungsi noun itu diantaranya adalah sebagai subject, subcject complement, possessive noun, direct object dan object of preposition.

Semua fungsi dari kata benda ini telah kita pelajari satu per-satu yang mudah-mudahan bisa dipahami dengan baik oleh Anda.

Jika Anda belum paham dengan materi yang saya berikan ini, maka Anda harus mengulang dan membaca kembali dengan baik.

Nantikan penjelasan parts of speech lainnya di artikel mendatang.

(Visited 128 times, 1 visits today)
Gambar Gravatar
Hai.. Saya Dindin Hendra. Saya adalah seorang Suami, Ayah, Guru Bahasa Inggris dan juga Blogger. Semoga semua informasi yang saya tulis bisa bermanfaat untuk Anda. Selamat Membaca.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.